Nur of class X students. Second, the use

Nur Fitria Rachmatika1

Dwi Saksomo2

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Universitas Negeri Malang, Jalan
Semarang 5 Malang

E-mail: [email protected]

 

ABSTRAK:
Fokus penelitian ini ialah diksi dalam teks eksposisi karya siswa kelas
X MAN Kota Batu. Penelitian ini menggunakan racangan penelitian kualitatif dan
merupakan penelitian deskriptif. Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan empat fokus penelitian. Pertama, penggunaan kata bersinonim
dalam teks eksposisi karya siswa kelas X. Kedua,
penggunaan kata bermakna denotatif dalam teks eksposisi karya siswa kelasX. Ketiga, penggunaan kata bermakna
konotatif dalam teks eksposisi karya siswa kelas X. Keempat,penggunaan kata indria dalam teks eksposisi karya siswa
kelas X. Masing-masing bagian terdapat tiga sub bab yang dikaji, yaitu (1)
penggunaan diksi bagian tesis (pembuka), (2) penggunaan diksi bagian argumen,
dan (3) penggunaan diksi bagian penutup.

Kata
Kunci: Teks eksposisi, pilihan kata (diksi), sinonim,
denotatif, konotatif, indria

ABSTRACT: The focus of this research is diction in the exposition by the work of students of X class of MAN Kota Batu. This research uses qualitative research and is a descriptive research. This study aims to describe four research focus. First, the use of synonymous words in the exposition text of the work of class X students. Second, the use of the word denotative meaning in the exposition of the work of class X students. Third, the use of meaningful words connotative in the exposition of the work of class X. Fourth, the use of sensual words in the exposition of the text of the class X. Each section there are three sub-chapters studied, namely (1) the use of diction thesis section (opening) (2) the use of dictioned argument parts, and (3) the use of diction parts of the cover.

 

Keywords: Exposition
texts, diction, synonyms, denotative, connotative

Pendahuluan

Diksi berasal dari kata
dictionary (bahasa Inggris yang kata
dasarnya diction) berarti perihal
pemilihan kata. “Diksi membahas penggunaan kata, terutama pada soal kebenaran,
kejelasan, dan keefektifan” (Putrayasa, 2014:7). Untuk menyusun kalimat
efektif, hendaknya dipilih kata yang tepat. Kata yang tepat tersebut ialah kata
yang memenuhi isoformisme, yaitu kesamaan pengalaman masa lalu atau adanya
kesamaan struktur kognitif.

Pada kurikulum 2013 siswa tingkat SMA
mendapat pembelajaran tentang menulis berbagai jenis teks. Teks deskriptif,
Laporan Hasil Observasi (LHO), eksposisi, cerpen, dan sebagainya. Peneliti
melaksanakan penelitian tentang penulisan teks eksposisi yang diajarkan kepada
siswa kelas X. Pembelajaran teks eksposisi pada kurikulum 2013 diterima oleh
siswa kelas X SMA. Teks eksposisi merupakan teks yang digunakan untuk
meyakinkan pembaca terhadap opini yang dikemukakan dengan sejumlah argumen
pendukung. Teks eksposisi biasanya memuat satu isu atau persoalan tentang topik
tertentu dan pernyataan yang menunjukkan posisi penulis dalam menanggapi isu
atau persoalan tersebut. Teks ini bertujuan untuk menjelaskan, mengklarifikasi
atau mengevaluasi sebuah persoalan atau isu tentang topik tertentu.

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui penggunaan diksi
pada teks eksposisi karya siswa kelas X MAN Kota Batu berdasarkan ketepatan
penggunaannya. Analisis penggunaan diksi dilakukan pada masing-masing struktur
teks eksposisi, yaitu bagian tesis (pembuka), bagian argumen, dan bagian
penutup. Macam-macam diksi yang dianalisis peneliti yaitu penggunaan kata
bersinonim, penggunaan kata bermakna denotatif, penggunaan kata bermakna
konotatif, dan penggunaan kata indria.

Metode

Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Moleong (2014:6) menyatakan
bahwa “penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami
fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian…”. Peneliti
melaksanakan penelitian ini di MAN Kota Batu, kota Batu. Peneliti merupakan
instrumen utama dalam kegiatan pengumpulan data hingga analisis data. Peneliti
bertindak sebagai pengamat, perencana, pelaksana, dan pelapor hasil penelitian.
Data pada penelitian ini yaitu deskripsi unit-unit teks dalam teks eksposisi
berupa penggunaan diksi dalam teks eksposisi karya siswa kelas X MAN Kota Batu.
Sumber data pada penelitian ini yaitu teks karya siswa dari hasil mengarang
teks eksposisi kelas X SMA. Tahap pertama yang dilakukan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data penelitian adalah melakukan penugasan siswa menulis teks
eksposisi dengan didampingi guru di dalam kelas. Tahap kedua yaitu peneliti
menerapkan instrumen pada data dengan cara mengutip bagian yang dimaksud untuk
dimasukkan dalam tabel data dan tabel analisis penggunaan diksi. Peneliti
adalah unstrumen utama untuk menentukan fokus penelitian, lokasi penelitian,
melakukan pengumpulan data, menganalisis data, menafsirkan data hingga membuat
kesimpulan hasil analisis data. Prosedur analisis data yang peneliti gunakan
yaitu (1) membaca teks eksposisi siswa, (2) pemberian kode, (3) pengelompokan
hasil analisis, (4) memasukkan dan memetakan data, (5) menemukan pola-pola
diksi, (6) menyajikan temuan hasil analisis, dan (7) membahas serta
menyimpulkan hasil analisis. Penelitian ini menggunakan uji keabsahan data
dengan teknik perpanjangan pengamatan dan ketekunan pengamatan. Tahap-tahap
penelian diantaranya, (1) memahami latar penelitian dan persiapan diri, (2) memasuki
lapangan, dan (3) berperan serta sambil mengumpulkan data.

 

 

Paparan Data dan Temuan
Penelitian

Penggunaan Kata
Bersinonim

Bagian Tesis

Berdasarkan hasil
analisis data ditemukan sebanyak 91 (sembilan puluh satu) pemakaian kata
bersinonim. Pemakaian kata bersinonim pada teks eksposisi dengan tujuan untuk
melakukan variasi kata pada kalimat eksposisi. Penggunaan kata bersinonim dalam
teks eksposisi karya siswa bagian tesis dapat dilihat pada data berikut.

(1)     Hambatan = rintangan, cobaan (The/KSin/E01)

Pada data (1) kata hambatan pada kalimat ‘Galaksi hari pertama berjalan dengan lancar
tanpa hambatan’ bersinonim dengan kata ‘rintangan atau cobaan’.
Kata-kata tersebut dapat digunakan untuk variasi kata dalam kalimat. Dalam
penyusunannya pada sebuah kalimat, penulis dapat memberikan kata ‘hambatan,
rintangan, atau cobaan’ karena pengertiannya yang sama.

Bagian Argumen

Berdasarkan hasil analisis data
ditemukan sebanyak 165 (seratus enam puluh lima) pemakaian kata bersinonim.
Pemakaian kata bersinonim pada teks eksposisi dengan tujuan untuk melakukan
variasi kata pada kalimat eksposisi. Penggunaan kata bersinonim dalam teks
eksposisi karya siswa bagian argumen dapat dilihat pada data berikut.

(2)     Laris = laku, terjual (Arg/KSin/E01)

Data (2) kata ‘laris’ pada kutipan kalimat ‘dagangan kami sangat laris
karena banyak alumni Maneba’ bersinonim dengan kata ‘laku, terjual’. Kata-kata
tersebut dapat digunakan untuk variasi kata dalam kalimat. Dalam penyusunannya
pada sebuah kalimat, penulis dapat memberikan kata ‘laris, laku, atau terjual’,
karena pengertiannya yang sama dan bisa menggantikan satu sama lain.

Bagian Penutup

Berdasarkan hasil analisis data
ditemukan sebanyak 120 (seratus dua puluh) pemakaian kata bersinonim. Pemakaian
kata bersinonim pada teks eksposisi dengan tujuan untuk melakukan variasi kata
pada kalimat eksposisi. Penggunaan kata bersinonim dalam teks eksposisi karya
siswa bagian penutup dapat dilihat pada data berikut.

(3)     Diadakan = diselenggarakan, dilaksanakan (Pen/KSin/E01)

Data (3) kata ‘diadakan’ bersinonim dengan kata ‘diselenggarakan, dilaksanakan’.
Kata-kata tersebut dapat digunakan untuk variasi kata dalam kalimat. Dalam
penyusunannya pada sebuah kalimat, penulis dapat memberikan kata ‘diadakan,
diselenggarakan, atau dilaksanakan’, karena ketiga kata tersebut bisa
menggantikan satu sama lain.

Penggunaan Kata
Bermakna Denotatif

Bagian Tesis

Berdasarkan analisis data  ditemukan sebanyak 49 (empat puluh sembilan)
pemakaian kalimat bermakna denotatif. Pemakaian denotasi terdapat pada teks
eksposisi dengan tujuan untuk menyatakan peristiwa atau keadaan yang sebenarnya
sehingga pembaca dapat memahami maksud penulis pada teks eksposisi. Pemakaian
kalimat denotatif dalam teks eksposisi bagian tesis dibuktikan pada data
berikut.

(4)     Galaksi diselenggarakan pada tanggal 15, 16, 17
Desember 2016. (The/KDen/E01)

Data (4) memiliki kata yang mengandung
makna denotatif. Pada data (4) menunjukkan kalimat tersebut mengandung makna
yang sebenarnya. Hal ini terlihat ketika penulis menjelaskan kepada pembaca
tentang waktu pada saat acara Galaksi diselenggarakan. Dengan menjelaskan
detail waktu acara Galaksi diadakan, pembaca bisa langsung memahami maksud
penulis.

Bagian Argumen

Berdasarkan analisis data  ditemukan sebanyak 88 (delapan puluh depan)
pemakaian kalimat bermakna denotatif. Pemakaian denotasi terdapat pada teks
eksposisi dengan tujuan untuk menyatakan peristiwa atau keadaan yang sebenarnya
sehingga pembaca dapat memahami maksud penulis pada teks eksposisi. Pemakaian
kalimat denotatif dalam teks eksposisi bagian argumen dibuktikan pada data
berikut.

(5)     Kami menata dan menghias bazar hingga larut malam. (Arg/KDen/E01)

Data (5) memiliki kata yang mengandung
makna denotatif. Pada data (5) menunjukkan kalimat tersebut mengandung makna
yang sebenarnya. Hal ini terlihat ketika penulis menjelaskan ia bersama
teman-temannya menata dan menghias stand bazar mereka hingga larut malam
sehingga pembaca bisa langsung tahu jika penulis bersama rekannya berada di
sekolah hingga malam untuk mempersiapkan acara.

Bagian Penutup

Berdasarkan analisis data  ditemukan sebanyak 42 (empat puluh dua)
pemakaian kalimat bermakna denotatif. Pemakaian denotasi terdapat pada teks
eksposisi dengan tujuan untuk menyatakan peristiwa atau keadaan yang sebenarnya
sehingga pembaca dapat memahami maksud penulis pada teks eksposisi. Pemakaian
kalimat denotatif dalam teks eksposisi bagian penutup dibuktikan pada data
berikut.

(6)     Dalam tiga hari Galaksi, semua warga sekolah senang
terutama murid. (Pen/KDen/E07)

Data (6) memiliki kata yang mengandung
makna denotatif. Pada data (6) menunjukkan kalimat tersebut mengandung makna
yang sebenarnya. Hal ini terlihat ketika penulis sebagai salah satu warga
sekolah merasa senang dengan diadakannya acara Galaksi di sekolahnya. Penulis
menggunakan makna denotatif untuk mempermudah pembaca dalam memahami teks
eksposisi tentang acara Galaksi.

Penggunaan Kata
Bermakna Konotatif

Bagian Tesis

Bagian Tesis (Pembuka)

Berdasarkan analisis data  ditemukan sebanyak 34 (tiga puluh empat)
pemakaian kalimat bermakna konotatif. Pemakaian kata bermakna konotatif
terdapat pada teks eksposisi dengan tujuan untuk memberikan nilai rasa berlebih
sehingga pembaca dapat menggambarkan situasi penulis pada saat mengarang teks
eksposisi. Pemakaian kalimat konotatif dalam teks eksposisi bagian tesis dibuktikan
pada data berikut.

(7)     Berlangsung sangat meriah (The/KKon/E03)

Data (7) memiliki kata bermakna
konotatif. Penggunaan kata sangat
pada potongan kalimat berlangsung sangat meriah menunjukkan penulis memberikan kesan yang berlebihan, karena
kata ‘ramai’ yang sudah menunjukkan situasi banyak orang. Kata sangat meriah diungkapkan penulis untuk
memberikan gambaran kepada pembaca bahwa situasi pada saat acara berlangsung
dihadiri banyak orang dan penampilan yang memukau dari pengisi acara.

Bagian Argumen

Berdasarkan analisis data  ditemukan sebanyak 47 (empat puluh tujuh)
pemakaian kalimat bermakna konotatif. Pemakaian kata bermakna konotatif
terdapat pada teks eksposisi dengan tujuan untuk memberikan nilai rasa berlebih
sehingga pembaca dapat menggambarkan situasi penulis pada saat mengarang teks
eksposisi. Pemakaian kalimat konotatif dalam teks eksposisi bagian argumen
dibuktikan pada data berikut.

(8)     Sangat
laris (Arg/KKon/E01)

Data (8) memiliki kata bermakna
konotatif. Kata sangat pada potongan
kalimat sangat laris
menunjukkan penulis memberikan kesan yang berlebihan. Penulis ingin menunjukkan
kepada pembaca bahwa dagangan yang dijualnya bersama teman-temannya di bazar
terjual habis.

Bagian Penutup

Berdasarkan analisis data  ditemukan sebanyak 29 (dua puluh sembilan)
pemakaian kalimat bermakna konotatif. Pemakaian kata bermakna konotatif
terdapat pada teks eksposisi dengan tujuan untuk memberikan nilai rasa berlebih
sehingga pembaca dapat menggambarkan situasi penulis pada saat mengarang teks
eksposisi. Pemakaian kalimat konotatif dalam teks eksposisi bagian penutup
dibuktikan pada data berikut.

(9)     Dengan sangat matang (Pen/KKon/E04)

Data (9) memiliki kata bermakna
konotatif. Kata matang pada potongan
kalimat dengan sangat matang mengandung makna bukan
sebenarnya. Penulis menggunakan kata matang
untuk memberikan nilai rasa yang berlebihan. Kata matang mengandung makna sesungguhnya yaitu makanan yang telah
dimasak dan siap untuk disantap, namun pada kalimat “Mungkin seluruh partisipan acara tersebut telah merencanakannya dengan
sangat matang hingga acara tersebut
tidak banyak mengecewakan warga Maneba.” Kata matang memiliki arti bahwa acara tersebut telah dipersiapkan dan
dilaksanakan sesuai dengan susunan acara.

Penggunaan Kata Indria

Bagian Tesis

Berdasarkan analisis data  ditemukan sebanyak 35 (tiga puluh lima)
pemakaian kalimat yang memiliki kata indria. Pemakaian kata indria dalam teks
eksposisi bagian tesis dibuktikan pada data berikut.

(10) Banyak kegiatan (The/KIndria/E01)

Data (10) memakai kata indria yang
ditunjukkan pada kata banyak kegiatan. Kata
tersebut digolongkan ke dalam indera penglihatan karena seseorang dapat
mengetahui banyak atau sedikit menggunakan pancaindra yaitu mata. Penulis ingin
menunjukkan bahwa banyaknya kegiatan yang diadakan. Kata kegiatan juga dapat digolongkan ke dalam indria peraba, karena kegiatan tersebut tidak hanya
dapat dilihat menggunakan indera mata, tetapi dapat juga dilakukan menggunakan
indera peraba berupa tangan dan kaki.

Bagian Argumen

Berdasarkan analisis data  ditemukan sebanyak 106 (seratus enam)
pemakaian kalimat yang memiliki kata indria. Pemakaian kata indria dalam teks
eksposisi bagian argumen dibuktikan pada data berikut.

(11) Larut malam (Arg/KIndria/E01)

Data (11) memiliki kata indria yang
ditunjukkan pada kata malam. Kata
tersebut digolongkan ke dalam indera penglihatan karena seseorang dapat
mengetahui perbedaan pagi, siang, dan malam menggunakan pancaindra mata. Kata
indria larut malam pada kalimat “Kami menata dan menghias bazar hingga larut
malam.” Menunjukkan penulis saat itu sedang berada di sekolah untuk menata
dan menghias bazar hingga larut malam.

 

Bagian Penutup

Berdasarkan analisis data  ditemukan sebanyak 43 (empat puluh tiga)
pemakaian kalimat yang memiliki kata indria. Pemakaian kata indria dalam teks
eksposisi bagian penutup dibuktikan pada data berikut.

(12) Ramai (Pen/KIndria/E01)

Data (12) memiliki kata indria yang
ditunjukkan pada kata ramai. Kata
tersebut digolongkan ke dalam indera penglihatan karena seseorang dapat
mengetahui ramai atau sepinya sebuah tempat menggunakan panca incera yaitu
mata. Penulis ingin menggambarkan situasi di acara tersebut meriah dan dihadiri
banyak orang menggunakan kata ramai pada
kalimat “Ajang Galaksi sangat menarik dan
ramai”.

Temuan Penelitian

Penggunaan Kata
Bersinonim

Berdasarkan paparan
data ditemukan penggunaan kata bersinonim dalam teks eksposisi karya siswa
kelas X MAN Kota Batu. Dari hal tersebut terdapat empat temuan. Temuan pertama, setiap teks eksposisi
karya siswa menggunakan kata sinonim. Temuan
kedua, siswa MAN Kota Batu cenderung menggunakan sinonim kata yang sama
pada setiap paragraf teks eksposisi. Temuan
ketiga, dalam menulis teks eksposisi, sebagian besar siswa kurang
menggunakan variasi kata. Hal ini dikarenakan pengetahuan kosakata siswa yang
yang kurang. Temuan keempat,
ditemukan beberapa siswa menggunakan variasi kata yang memiliki makna yang
hampir sama.

Penggunaan Kata
Bermakna Denotatif

Berdasarkan paparan
data ditemukan penggunaan kata bermakna denotatif dalam teks eksposisi karya
siswa kelas X MAN Kota Batu. Dari hal tersebut terdapat empat temuan. Temuan pertama, setiap teks eksposisi
karya siswa menggunakan kata yang bermakna denotatif. Hal ini dikarenakan kata
bermakna denotatif mengandung makna sebenarnya sesuai pembatasan yang diberikan
peneliti. Temuan kedua, kata bermakna
denotatif tampak pada dialog antara penulis dengan narasumber. Temuan ketiga, bahasa yang digunakan
penulis dalam menyusun teks eksposisi sesuai dengan situasi sebenarnya. Temuan keempat, beberapa siswa
menggunakan kata-kata bermakna denotatif namun sulit dipahami oleh pembaca.

Penggunaan Kata
Bermakna Konotatif

   Berdasarkan paparan
data ditemukan penggunaan kata bermakna konotatif dalam teks eksposisi karya
siswa kelas X MAN Kota Batu. Dari hal tersebut terdapat empat temuan. Temuan pertama, setiap karangan siswa
menggunakan kata yang bermakna konotatif. Temuan
kedua, kata bermakna konotatif yang digunakan penulis untuk meyakinkan
pembaca serta untuk menambah makna emotif atau nilai rasa dalam menggambarkan
sebuah peristiwa atau situasi tertentu. Temuan
ketiga, beberapa siswa menggunakan kata konotatif memiliki makna bukan
sebenarnya. Temuan keempat,terdapat
beberapa kata konotatif yang kehadirannya tidak sesuai konteks.

Penggunaan Kata Indria

Berdasarkan
paparan data ditemuan kata-kata indria dalam teks eksposisi karya siswa kelas X
MAN Kota Batu. Dari hal tersebut terdapat lima temuan. Temuan pertama, tidak banyak kata indria yang ditemukan dalam teks
eksposisi karya siswa. Hal ini dikarenakan tema dalam teks eksposisi dibatasi
oleh peneliti. Temuan kedua, beberapa
kata indria yang digunakan belum mengacu pada pancaindra. Temuan ketiga, beberapa penggunaan kata indria cenderung pada
indera perasa yang tidak tampak pada hasil teks eksposisi karya siswa MAN Kota
Batu. Temuan keempat, tidak ditemukan
kata indria yang menunjukkan indera penciuman. Hal ini dikarenakan peneliti
memberikan tema yang cenderung lebih banyak pada indera penglihatan. Temuan kelima, kata indria yang mengacu
pada indera penglihatan adalah kata indria yang paling banyak ditemukan pada
teks eksposisi karya siswa.

Pembahasan

Penggunaan Kata
Bersinonim

Bentuk yang bersinonim itu sebenarnya
dapat menunjuk pada kata-kata yang mungkin sekali beda bentuknya, berbeda
ejaannya, berbeda pengucapannya, berbeda bentuk ortografisnya, tetapi memiliki
makna yang sejajar, memiliki makna yang sepadan, atau memiliki makna yang
serupa (Rahardi, 2009: 65). Berdasarkan hasil analisis 30 teks eksposisi karya
siswa kelas X MAN Kota Batu ditemukan banyak penggunaan kata bersinonim. Data
(2) kata ‘adalah’ pada kutipan
kalimat ‘Bulan Bahasa adalah salah satu event…’ bersinonim dengan kata
‘ialah, yaitu, merupakan’ (The/KSin/E03).
Kata-kata tersebut digunakan untuk variasi kata dalam kalimat. Dalam
penyusunannya pada sebuah kalimat, penulis dapat menggunakan salah satu kata
antara ‘adalah, ialah, yaitu, merupakan’ karena pengertiannya yang samadan bisa
saling menggantikan satu sama lain. Data lain yang memiliki kesamaan makna dan
dapat menggantikan satu sama lain ditemukan pada data (7) diadakan = diselenggarakan, dilaksanakan (Pen/KSin/E01), kata-kata tersebut digunakan sebagai variasi kata,
dapat menggantikan satu sama lain karena pengertiannya yang sama.

Penggunaan Kata
Bermakna Denotatif

Sebuah kata yang hanya mengacu pada
makna konseptual atau makna dasar berfungsi denotatif. Putrayasa (2014: 10)
berpendapat bahwa kata lain kecuali denotasi juga merupakan gambaran tambahan
yang mengacu pada nilai dan rasa berfungsi konotatif. Nilai dan rasa kata
diberikan oleh masyarakat. Oleh karena itu, sebuah kata akan dinilai tinggi,
baik, sopan, lucu, biasa, rendah, kotor, porno, atau sakral bergantung pada
masyarakat pemakainya. Data (16) Dalam
tiga hari Galaksi, semua warga sekolah senang terutama murid. (Pen/KDen/E07) merupakan kalimat
bermakna denotatif yang memiliki nilai rasa. Penulis mengungkapkan rasa senang
dan menikmati acara Galaksi bersama dengan siswa sekolah yang lain. Teks eksposisi
karya siswa kelas X MAN Kota Batu seluruhnya menggunakan kalimat yang bernilai
rasa positif, yakni bahagia, senang, menikmati, dan lain sebagainya.

Penggunaan Kata
Bermakna Konotatif

Rahardi (2009: 64) menyatakan bahwa
sebuah bentuk kebahasaan akan dapat diartikan berbeda atau tidak sama, karena
hadir dalam konteks atau lingkungan situasi yang tidak sama. Hal ini ditemukan
pada data (24) Para pembeli membanjiri stand (Arg/KKon/E11) memiliki kata bermakna
konotatif. Kata membanjiri pada
potongan kalimat para pembeli membanjiri stand menunjukkan
penulis memberikan kesan yang berlebihan. Penulis ingin memberikan nilai emotif
yang lebih jelas kepada pembaca dengan menggunakan kata membanjiri, karena kata membanjiri
berasal dari kata dasar yang makna sesungguhnya merupakan bencana alam, namun
pada kalimat “para pembeli membanjiri
stand-stand mulai dari x-1 sampai x-12” yang berarti para pembeli mulai
dari kelas x-1 sampai x-12 bersama-sama membeli makanan dan minuman di stand
bazar tersebut.

Penggunaan Kata Indria

Suatu jenis pengkhususan dalam memilih
kata-kata yang tepat adalah penggunaan istilah-istilah yang menyatakan
pengalaman yang dicerap oleh pancaindria, yaitu cerapan indria penglihatan,
pendengaran, peraba, perasa, dan penciuman. Karena kata-kata ini menggambarkan
pengalaman manusia melalui pancaindria yang khusus, maka terjamin pula daya
gunanya, terutama dalam membuat deskripsi (Keraf, 2010: 94). Seperti pada data
(29) Asri (The/KIndria/E04) kata
tersebut digolongkan ke dalam indera penglihatan karena seseorang dapat
mengetahui suasana asri, sejuk, atau gersangnya suatu tempat menggunakan
pancaindra yaitu mata. Penulis menggunakan kata indria asri untuk menyampaikan bahwa sekolah tempatnya belajar memiliki
suasana yang asri. Pembaca juga dapat menggambarkan suasana tersebut.

Penutup

Simpulan

Berdasarkan ketepatan penggunaan diksi,
hasil analisis masing-masing diantaranya, (1) penggunaan kata bersinonim. (2)
penggunaan kata bermakna denotatif, (3) penggunaan kata bermakna konotatif, dan
(4) penggunaan kata indria. Masing-masing diksi ditemukan pada struktur teks
eksposisi yang meliputi (1) teks eksposisi bagian thesis (pembuka), (2) teks
eksposisi bagian argumen, dan (3) teks eksposisi bagian penutup.

 

 

Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah
dilakukan, saran yang bisa diberikan oleh peneliti berdasarkan paparan hasil
penelitian adalah sebagai berikut.

1.     
Bagi guru mata pelajaran disarankan
untuk memberikan penjelasan lebih  dalam
pilihan kata (diksi) kepada siswa agar dapat membedakan dan menggunakan diksi
yang sesuai konteks pembelajaran.

2.     
Bagi siswa disarankan untuk belajar
lebih dalam mengenai pilihan kata (diksi) serta mencari lebih banyak variasi
kata sehingga siswa mampu menggunakan kata secara tepat dan sesuai konteks.

3.     
Ketiga, bagi peneliti selanjutnya,
disarankan untuk melakukan penelitian pada aspek lain yang terkait dengan teks
eksposisi.

Rujukan

Keraf,
Gorys. 2010. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama

Moleong,
Lexy J. 2014. Metodologi Penelitian
Kualitatif edisi revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Nurchasanah
dan Widodo.1993. Ketrampilan Menulis Dan
Pengajarannya. Malang: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Institut
Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Malang Proyek Operasi Dan Perawatan Fasilitas

Priyatni,
Endah Tri. 2014. Desain Pembelajaran
Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara.

Putrayasa,
Ida Bagus. 2014. Kalimat Efektif (Diksi,
Struktur, dan Logika). Bandung: PT Refika Aditama

Rahardi,
Kunjana. 2009. Penyuntingan Bahasa
Indonesia untuk Karang-Mengarang. Jakarta : Penerbit Erlangga

1 Nur
Fitria Rachmatika adalah mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri
Malang.

 Artikel ini diangkat dari skripsi Program
Sarjana Pendidikan.

2 Dwi
Saksomo adalah dosen jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang.

x

Hi!
I'm Rick!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out